• True Love Story
    Suatu hari, saya bangun menjelang subuh untuk menikmati matahari terbit.
    Ah, keindahan ciptaan Tuhan tak tergambarkan dengan kata-kata.
    Sambil menikmatinya saya memuji Tuhan untuk karyanya yang indah.
    Sambil duduk santai di sana, saya merasakan hadiratnya menyertai saya.

    Ia bertanya, "Apakah kamu mencintai aku?"
    Saya menjawab, "Tentu saja, Tuhan!"

    Lalu Ia bertanya, "Jika kamu cacat secara jasmani, apakah kamu masih mengasihi aku?"
    Saya bingung, saya memandang ke tangan, kaki dan seluruh anggota tubuh saya dan merenungkan hal-hal yang tidak akan dapat saya lakukan dan saya menjawab, "Akan sangat sulit Tuhan, tetapi saya masih akan mengasihi engkau."

    Lalu Tuhan berkata lagi, "Jika kamu buta, akankah kamu masih mengasihi ciptaanku?"
    Bagaimana saya dapat mengasihi sesuatu tanpa melihatnya?
    Lalu saya memikirkan semua orang buta di dunia dan banyak yang masih mengasihi dia dan ciptaannya.
    Jadi saya menjawab, "Sulit untuk saya membayangkannya, tetapi saya masih akan mengasihi engkau."

    Tuhan kemudian bertanya lagi, "Jika kamu tuli, apakah kamu masih akan mendengarkan firman ku?"
    Bagaimana mungkin saya mendengarkan apa-apa jika saya tuli? Lalu saya mengerti.
    Mendengar firman Tuhan tidak hanya dengan telinga kita tetapi dengan hati kita. Saya menjawab, "Akan sangat sulit tetapi saya masih akan mendengarkan firman-mu."

    Tuhan melanjutkan, "Jika kamu bisu, akankah kamu masih memuji nama-ku?"
    Bagaimana saya dapat memuji tanpa suara?
    Lalu saya terpikir, Tuhan mau kita menyanyi dari hati dan jiwa kita.
    Dan memuji Tuhan tidak selalu dengan lagu, tetapi saat kita dianiaya kita memuji Tuhan dengan ucapan syukur.
    Jadi saya menjawab, "Walaupun saya tidak dapat nyanyi dengan mulut tetapi saya masih akan memuji nama engkau."

    Dan Tuhan bertanya, "Apakah kamu sesungguhnya mencintai aku?"
    Dengan keberanian dan keyakinan yang kukuh saya menjawab, "Ya Tuhan, saya mengasihi engkau karena engkau Tuhan-lah yang esa dan benar!"

    Pikir saya, saya telah menjawab dengan baik, tetapi…
    Tuhan bertanya, "LALU MENGAPA KAMU BERBUAT DOSA?"

    Dengan suara yang perlahan saya menjawab, "Karena saya hanya manusia, saya tidak sempurna."

    "Lalu MENGAPA kamu menyimpang paling jauh di saat DAMAI? MENGAPA kamu hanya berdoa dengan bersungguh-sungguh saat di landa masalah?"

    Tidak ada jawaban, yang ada hanya air mata.

    Tuhan melanjutkan:
    "Mengapa hanya bernyanyi di fellowship dan retret?
    Mengapa mencari aku hanya di saat worship?
    Mengapa dengan begitu egois meminta itu dan ini?
    Mengapa meminta tanpa kesetiaan?"

    Air mata terus berlinangan di pipi saya.

    "Mengapa kamu begitu malu menyebut nama-ku?
    Mengapa kamu tidak menyebarkan kabar baik?
    Mengapa di saat penganiayaan, kamu menangis di pundak orang lain padahal aku ada di situ?
    Mengapa memberikan begitu banyak dalih saat kamu diberi kesempatan untuk melayani?"

    Saya berusaha untuk menjawab, tetapi tidak ada jawaban yang dapat saya berikan.

    "Kamu diberkati dengan kehidupan.
    Aku menjadikan kamu bukan untuk menyia-yiakannya.
    Aku memberkati kamu dengan talenta untuk melayani, tetapi kamu terus berpaling.
    Aku telah menyingkapkan firmanku kepadamu, tetapi kamu tidak memperoleh pengetahuan.
    Aku telah berbicara kepadamu tetapi telingamu tertutup.
    Aku telah menunjukkan berkat yang berlimpah-limpah tetapi mata kamu telah berpaling.
    Aku telah mengutus hamba-hambaku, tetapi kamu duduk santai di saat mereka ditolak.
    Aku telah mendengarkan doamu dan telah menjawab semuanya."

    "APAKAH KAMU SESUNGGUHNYA MENGASIHI-KU?"
    Saya tidak lagi dapat menjawab.
    Saya sudah terlalu malu.
    Saya tidak dapat berdalih. Apa lagi yang dapat saya katakan?

    Dengan linangan air mata saya hanya dapat berseru,
    "Ampunilah saya Tuhan.
    Saya tidak layak menjadi anak-mu."
    Tuhan menjawab, "Anakku, itu adalah kasih karunia-ku."

    "Mengapa engkau terus mengampuni-ku?
    Mengapa engkau begitu mengasihi-ku?"

    Tuhan menjawab, "Karena kamu adalah ciptaanku. Kamu adalah anak-ku. Aku tidak akan pernah meninggalkan-mu. Saat kamu menangis, aku berbelas kasihan dan menangis bersama-mu. Saat kamu bersuka cita, aku girang bersama-mu. Saat kamu jatuh, aku mengangkat-mu. Saat kamu lelah, aku menggendong-mu. Aku akan menyertai-mu sampai ke akhirnya, dan aku akan mengasihi-mu selama-lamanya."

    Tidak pernah saya menangis dengan begitu keras sebelumnya.
    Bagaimana mungkin saya begitu dingin selama ini?
    Bagaimana mungkin saya begitu menyakitinya selama ini?

    Saya bertanya lagi, "Sebanyak mana engkau mengasihi-ku?"

    Tuhan merentangkan kedua tangannya, dan saya melihat bekas paku di kedua tangannya.

    Saya tersungkur di kaki Kristus, Juruselamatku.
    Dan buat pertama kali dalam hidupku, aku sungguh-sungguh berdoa.

    more
  • Hari Ini [Today]
    Hari ini aku akan menjalani 24 jam ke depan dan tidak berusaha untuk menangani semua permasalahan kehidupan sekaligus

    Hari ini aku akan memperbaiki diri aku, tubuh, jiwa dan roh.

    Hari ini aku menolak untuk mengkhawatirkan tentang apa yang akan terjadi jika...

    Hari ini aku tidak akan membayangkan apa yang akan aku lakukan jika semuanya berbeda. Tidak ada yang berbeda. Aku akan berusaha sedaya upaya dengan apa yang aku punya.

    Hari ini aku akan menemukan kebesaran hati untuk melepaskan dendam terhadap orang lain dan tidak akan mengecam diri sendiri atas kesalahan masa lalu.

    Hari ini aku tidak akan coba mengubah siapapun kecuali diri aku sendiri.

    Hari ini aku akan memperlakukan orang lain seolah-olah hari ini akan menjadi hari terakhir aku di bumi ini.

    Hari ini aku tidak akan takut. Aku akan menikmati apa yang indah, dan aku akan menyakini bahwa seraya aku memberi kepada dunia, dunia akan memberi kepada aku.

    Apakah ini saat-saat terbaik atau saat-saat terburuk, ini adalah satu-satunya waktu yang kita miliki. Hiduplah setiap hari sepenuhnya dan engkau akan memandang pada sebuah kehidupan yang telah memberi dampak.

    by. Ralph Waldo Emerson

    more
  • Yesus Pecundang
    Yesus yang saya kenal adalah seorang pecundang. Mengapa saya berkata demikian?
    1. Ibu-Nya adalah seorang yang hamil di luar nikah.
    2. Ayah tirinya hanyalah seorang tukang kayu yang miskin.
    3. Dia tidak berpendidikan tinggi
    4. Ia tidak pernah mempunyai uang. Ia tidak memiliki properti. Ia tidak merencanakan hari tuanya dan ia mati sebagai seorang yang sama sekali tidak beruang.
    5. Ia tidak mempunyai seorang istri atau anak-anak.
    6. Ia ditolak oleh orang-orang di kotanya sendiri.
    7. Ia membantu orang yang mencaci maki dan mencerca dia.
    8. Ia bermula dengan ribuan pengikut, tapi berakhir dengan sekelompok kecil di akhir hayatnya.
    9. Salah satu dari 12 'teman' terdekatnya mengkhianati dia; sebelas yang lain meninggalkan dia, di saat ia membutuhkan mereka.
    10. Ia tidak pernah memiliki suatu pekerjaan yang tetap dengan titel di dalam sebuah perusahaan.
    11. Ia didakwa dan diadili untuk suatu kejahatan yang tidak dilakukannya, dan ia didapati bersalah.
    12. Dia mati secara mengerikan sebagai seorang penjahat yang memalukan dan tidak ada yang dapat menyelamatkannya. Bahkan Allah.
    13. Bahkan di hari ini, ajaran-ajarannya ditolak dan diejek oleh sebagian besar dunia.
    14. Dan yang terakhir, 100% dari pengikut-pengikutnya adalah orang-orang yang mengaku punya dosa dalam kehidupan mereka.

    Ya, benar sekali. Jika Anda memandang Yesus lewat mata dunia, ia adalah seorang Pecundang yang besar.
    Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah.
    Dialah TUHAN dan Juruselamat-Ku selamanya...!!!!

    source: www.cahayapengharapan.org

    more
  • Doa Menyelamatkan Dua Pilot
    Grant Stubbs dan Owen Wilson, keduanya dari kota kecil Blenheim wilayah South Island, New Zealand terbang menyisir lereng perbukitan Pelorus Sound di New Zealand saat tiba-tiba mesin mereka mengalami gangguan karena kehabisan bahan bakar.

    "Saat Anda berada di atas pesawat ringan dan terhempas, Anda selalunya mati. Saya berpaling ke Wilson dan dia berkata bahwa kita kehabisan bahan bakar."

    "Saya bertanya apa yang harus kita lakukan. Dia menjawab, "Kamu hanya bisa berdoa Grant'."

    Lalu ia berdoa kepada Tuhan agar mereka bisa melewati ujung bukit dan bisa menemukan lokasi pendaratan yang tidak terlalu curam -- atau dekat pantai.

    Wilson mengatakan penerbangan yang tak akan pernah dilupakannya ini, bisa menjadi mimpi buruk jika bahan bakar habis lima menit lebih awal. "Jika habis lebih awal, tamatlah riwayat kami. Doa-doa terus kami panjatkan dan tiba-tiba kami melihat ada sebuah landasan pacu. Saya tidak mengetahui jika di tempat seperti itu ada landasan." *

    Setelah Wilson berjuang mengarahkan pesawat yang sudah oleng menuju landasan padang, pasangan ini melihat pesawat berhenti di samping pelakat setinggi 20 kaki bertuliskan "Jesus is Lord -- The Bible".

    "Saat kami melihatnya, kami langsung tertawa," lanjut Stubbs. Warga setempat kemudian memberi mereka bahan bakar untuk menerbangkan pesawat ringan menuju pangkalan.

    Stubbs dan Wilsom telah mendarat di Tira Ora Lodge milik sebuah keluarga Kristen.

    source: www.cahayapengharapan.org

    more
  • Nikolai Khamara
    Nikolai Khamara ditahan karena merampok dan dipenjarakan selama 10 tahun. Di dalam penjara, Khamara mengamati orang-orang Kristen dan merasa heran.

    Mereka manusia juga, namun mereka menunjukkan suka cita di saat mereka seharusnya bersedih dan mereka menaikkan pujian sekalipun menghadapi kesusahan. Saat mereka mendapat sepotong roti, mereka membagikannya dengan orang yang tidak memperolehnya.

    Wajah mereka tampak bersinar saat mereka berbicara kepada 'seseorang' yang tidak dapat dilihat oleh Khamara.

    Suatu hari dua orang Kristen duduk di sebelah Khamara dan menanyakan kisah hidupnya. Khamara menceritakan kisah sedihnya dan mengakhiri ceritanya dengan berkata, "Aku adalah orang yang terhilang."

    Salah satu dari orang Kristen itu tersenyum dan bertanya kepada Khamara, "Jika seseorang kehilangan sebuah cincin emas, berapakah nilai cincin emas itu ketika hilang?"

    "Pertanyaan yang bodoh sekali! Sebuah cincin emas ya sebuah cincin emas. Kamu kehilangan cincin emas, tapi orang lain akan mendapatkannya. Nilainya tidak berubah"

    "Jawabannya bagus sekali," kata orang Kristen itu. "Sekarang katakan, berapakah nilai seseorang yang terhilang?"

    Orang Kristen itu melanjutkan, "Orang yang terhilang, seorang pencuri, pezinah, atau seorang pembunuh, memiliki nilai seorang manusia. Dia begitu bernilai sehingga Allah meninggalkan surga dan mati di atas kayu salib untuk menyelamatkan orang itu."

    "Kamu mungkin terhilang, tapi kasih Allah telah menemukanmu," kata orang Kristen itu.

    Nikolai Khamara masuk penjara sebagai pencuri dan keluar sebagai seorang Kristen. Setelah dibebaskan, ia bergabung dengan gereja bawah tanah di Rusia.

    Beberapa waktu kemudian, gembala gereja Khamara ditahan. Pihak berwenang menyiksanya dan berharap ia mengkhianati gereja, tetapi gembala itu tetap setia dan ia tidak membocorkan apapun.

    Akhirnya pihak wewenang menangkap Nikolai Khamara.

    Mereka membawa Khamara ke hadapan gembala itu dan mengatakan kepadanya, "Jika kamu tidak mengatakan rahasia itu, kami akan menyiksa Khamara di depan kamu."

    Gembala itu tidak tahan melihat orang lain menderita baginya..

    Namun Khamara berkata kepadanya, "Setialah kepada Kristus dan jangan mengkhianati Dia. Saya bahagia menderita demi nama Kristus."

    Lalu mereka mencungkil mata Khamara.

    Gembala itu tidak tahan. Ia menangis melihat Khamara. "Bagaimana saya sanggup melihat hal ini? Kamu jadi buta!"

    Khamara menjawab, "Saat mataku diambil, aku melihat hal-hal yang lebih indah dari pada yang aku lihat dengan mataku. Aku akan melihat Sang Juru Selamat. Anda harus tetap setia kepada Kristus sampai akhir."

    Saat para penginterogasi berkata kepada gembala bahwa mereka akan memotong lidah Khamara, Khamara berkata, "Pujilah Tuhan. Aku telah mengatakan perkataan-perkataan yang mulia. Dan jika kaliam mau, kalian dapat memotong lidahku sekarang."

    Mantan pencuri ini akhirnya berhasil mencuri kesempatan untuk mati sebagai martir demi Kristus.

    source: Devosi Total, The Voice of Martyr

    more
  • Tentang Alkitab
    Berdasarkan riset dari Prof. Dr. Jeffrey Leven dan Dr. David Larsen [Washington Times, 30 Juli 1996], dilaporkan bahwa apabila orang membaca Alkitab secara teratur, ini bukan saja baik bagi jiwanya, tetapi juga baik bagi tubuhnya. Mereka melakukan penelitian terhadap lebih dari 500 orang, selama berbulan-bulan. Ditemukan bahwa pada mereka yang membaca Alkitab secara teratur:
    • Mempunyai tekanan darah lebih rendah
    • Tingkat depresi lebih rendah
    • Lebih sedikit penderita penyakit jantung
    • Jarang yang kecanduan obat maupun alkohol
    • Jarang terjadi perpecahan dalam perkawinan
    • Tingkat kesehatannya jauh lebih baik

    Dan berdasarkan laporan dari Religion in American Life, para peneliti menemukan bahwa mereka yang sering membaca Alkitab, mempunyai kemungkinan 50% jauh lebih banyak untuk menolak obat-obatan yang terlarang, daripada mereka yang tidak pernah membaca Alkitab. Di samping itu di tempat pekerjaan mereka, mereka memiliki tingkat produktivitas yang lebih tinggi di atas rata-rata.

    Di penjara "Lewes Remand Prison" di Inggris, pendetanya telah berhasil menobatkan sekitar 600 orang napi, setelah mereka membaca Alkitab selama berbulan-bulan. Mereka memberikan kesaksian "Bahwa Alkitab itu ternyata lebih baik daripada nyetun!"

    Suatu malam di tahun 1989 dua orang salesman keliling, John Nicholson dan Samuel Hill, bertemu di sebuah hotel. Dalam percakapannya ternyata mereka mempunyai gagasan yang sama, yakni alangkah baiknya apabila ada Alkitab di dalam kamar hotelnya. Oleh sebab itulah akhirnya mereka berdua bersama seorang rekan lainnya lagi, W.J. Knight, membentuk satu yayasan untuk menyalurkan Alkitab ke hotel-hotel. Yayasan mereka diberi nama "Gideon".

    Nama Gideon diambil dari Kitab Hakim-Hakim 6 dan 7. Mereka bukan saja menempatkan Alkitab di hotel-hotel, melainkan juga di rumah sakit, penjara maupun gedung-gedung asrama lainnya. Hampir di seluruh Hotel di Eropa maupun di USA, Anda akan selalu menemukan Alkitab dari Gideon di laci kamar hotel Anda. Pada saat ini Gideon menyalurkan dan membagi-bagikan lebih dari satu juta jilid Alkitab per minggu ke seluruh mancanegara.

    Melalui tulisan ini sebenarnya saya ingin mengajak para pembaca untuk merenungkannya sejenak arti dan makna dari Alkitab dalam kehidupan Anda sehari-hari, sambil bertanya apakah benar Alkitab ini bermanfaat bagi anda? Berapa jauh anda membutuhkan Alkitab dalam kehidupan anda sehari-hari?

    Jangan kita membaca Alkitab tanpa kita sendiri menyadari untuk apa makna dan manfaatnya, seperti juga kalau tiap hari kita menelan obat atau vitamin, tanpa kita sendiri menyadari untuk apa. Mungkin motivasi makan obat tersebut akan lenyap apabila kita tidak tahu untuk apa kita memakan obat tersebut. Begitu juga dengan membaca Alkitab, tetapi kebalikannya kalau kita menyadari manfaat dari firman Allah tersebut, maka kita akan memiliki motivasi yang jauh lebih besar untuk membaca Alkitab.

    source: renungan-harian-kita.blogspot.com

    more
  • Thomas Jefferson
    Mungkin tidak ada tokoh lain yang memiliki dampak terhadap institusi pemerintah Amerika sebesar Thomas Jefferson. Ia adalah penulis Deklarasi
    Kemerdekaan Amerika (American Declaration of Independence), yang berperan dalam terwujudnya Pernyataan Hak Asasi Manusia (Bill of Rights), pendiri satu dari dua partai politik besar.

    Ia lahir di Shadwell, yang kini bernama Albermarle County, Virginia, pada 13 April 1743. Ayahnya, Peter Jefferson, adalah seorang pengusaha perkebunan yang terhormat dalam masyarakat, dan ibunya adalah keturunan Randolph aristokratis, salah satu keluarga tertua di Virginia.

    "Tidak ada tempat penyimpanan yang aman bagi kekuatan pokok masyarakat," tulis Jefferson, "selain dalam tubuh masyarakat itu sendiri; dan jika kita pikir mereka tidak cukup bijaksana untukmelatih kekuatan mereka dengan hikmat yang berfaedah, maka jalan keluarnya bukanlah mengambil kekuatan itu dari mereka, namun dengan menginformasikan hikmat mereka melalui pendidikan."

    Pandangan tersebut, salah satu dari banyak pandangan yang disebut sebagai "prinsip Jeffersonian", telah menjadi dasar kebijakan publikdi Amerika Serikat. Baik Partai Demokrat, yang dikembangkan secara langsung oleh Jefferson, dan Partai Republik, yakin dengan apa yang disebut sebagai sesuatu yang ekstrim ketika Jefferson pertama kali merencanakannya [pendidikan gratis bagi semua masyarakat]. Program itu adalah dasar dari sistem sekolah negeri yang kini ada di AmerikaSerikat.

    Jefferson sangat maju dalam hal pemikiran sosial pada masanya sampai-sampai banyak gagasannya, yang kini diterima di semua tempat di Amerika Serikat, terlalu ekstrim untuk diterapkan pada masanya. Misalnya, ia tetap memerjuangkan pembebasan budak seabad sebelum Abraham Lincoln dan Perang Saudara (Civil War) menuntaskannya.

    Jefferson lulus dari William and Mary College di Virginia pada 1762, mengambil hukum sebagai profesinya. Meski ia pemalu dan menutup diri dengan orang asing, pikirannya yang tajam, sopan santunnya, kejeniusannya, dan keramahannya membuatnya mudah disukai. John Adams mengatakan, "Ia sangat akurat, jujur, eksplisit, dan meyakinkan dalam percakapan sehingga saya langsung menyukainya."

    Jefferson memulai karier politiknya sebagai anggota Virginia House of Burgesses (Dewan Legislatif Virginia) pada 1769. Di sanalah ia dikenal sebagai seorang liberalis yang kuat dengan ide-ide demokratis. Ia percaya bahwa kekuatan politik harus ada di tangan rakyat, dan ia mendukung kebebasan beragama dan media. Salah satu undang-undang yang ia perkenalkan adalah Statute of Virginia for Religious Freedom. Jefferson dan teman-temannya melalui perjuangan panjang dan pahit untuk meloloskan undang-undangnya tersebut. Akhirnya pada 16 Januari 1786, setelah Jefferson meninggalkan House of Burgesses, piagam pertama untuk undang-undang kebebasan beragama disetujui. Piagam itu kemudian menjadi teladan saat Bill of Rights ditambahkan dalam Undang-Undang.

    Pada 1772, saat ia berusia 29 tahun, Jefferson menikahi seorang janda cantik, Martha (Wayles) Skelton, dan membuktikan diri sebagai suami yang baik. Dari enam anak mereka, hanya dua, Martha and Mary (atau Maria), yang hidup hingga dewasa. Keluarga Jefferson tinggal di sebuah rumah yang belum jadi, Monticello, sebuah rumah besar dekat Charlottesville, Virginia, sekitar 160 km ke selatan dari Washinton, D.C.. Marquis de Chastellux, seorang ahli dan Perancis yang mengunjungi Monticello pada 1782, mengatakan bahwa "Tuan Jefferson adalah orang Amerika pertama yang telah mengorek informasi mengenai seni yang baik untuk mengetahui bagaimana ia bisa melindungi dirinya dari cuaca." Karena banyaknya perubahan dan penggantian, Jefferson tidak dapat menyelesaikan pembangunan Monticello sampai ia berusia 66 tahun. Kini, rumah yang indah itu adalah monumen nasional.

    Dukungan Jefferson terhadap hak koloni Amerika membawanya pada Konggres Kontinental Kedua (Second Continental Congress) pada 1775 dan 1776. Koloni Inggris di Amerika semakin marah karena merasa undang-undang yang disusun pemerintah Inggris tidak adil. Semua warga koloni memutuskan untuk mengadakan pertemuan dalam rangka menyuarakan keluhan mereka kepada Raja. Di Philadelphia, ada perdebatan mengenai jalan mana yang koloni harus ambil. Akhirnya, dari 13 koloni yang ada, yang menginginkan kemerdekaan dari Inggrislah yang mendapat suara mayoritas. Mereka menunjuk sebuah komite yang di dalamnya turut juga Thomas Jefferson untuk menyiapkan deklarasi berisi alasan atas tindakan serius tersebut.

    Selama 17 hari, Jefferson duduk sebuah ruangan di lantai kedua sebuah rumah baru di sudut Market and Seventh Streets di Philadelphia, menulis, merevisi, menghaluskan, dan menyalin drafnya ke deklarasi. Agar dokumen tersebut dianggap sebagai ekpresi pikiran orang Amerika, Jefferson, yang biasanya menulis dengan mudah, saat itu memilih setiap kata dengan saksama.

    Ia mulai menulis deklarasi dengan kata-kata, "Saat hidup bermasyarakat, adalah penting untuk suatu masyarakat melarutkan ikatan politik yang telah mengikat mereka satu sama lain ..." dan melanjutkannya dengan penyataan yang menggemparkan: Kami memegang kebenaran itu sebagai suatu kenyataan, bahwa semua manusia diciptakan sama, dibekali oleh Pencipta dengan hak-hak yang melekat padanya dan tak dapat dapat diambil, di antaranya adalah kehidupan, kebebasan, dan kesejahteraan; sehingga untuk melindungi hak-hak itu, pemerintah ada untuk manusia, memperoleh kekuasaan yang adil atas izin rakyat ....Konggres kemudian mengganti kata "melekat" dengan kata "tertentu".

    Setelah melalui perdebatan dan beberapa perubahan atas saran John Adams, Benjamin Franklin, dan Kongres, Declaration of Independence disetujui pada 4 Juli 1776, tanggal yang kini diperingati setiap tahun sebagai HUT Amerika Serikat. Abraham Lincoln memahami makna dari deklarasi tersebut. Jefferson, tulisnya pada 1859, memiliki ketenangan, pemikiran ke depan, dan kemampuan untuk menuangkan dan mematenkan kebenaran abstrak yang dapat diterapkan di segala tempat dan zaman dalam sebuah dokumen yang revolusioner, sehingga kini dan di kemudian hari, dokumen itu bisa menjadi makian dan batu penghalang bagi pertanda munculnya kembali tirani.

    Pada September 1776, Jefferson kembali ke Philadelphia dan kembali ke rumah di mana ia dipilih menjadi anggota Virginia House of Delegates [DPRD Virginia]. Ia mengabdi di sana sampai ia menggantikan Patrick Henry sebagai Gubernur Virginia pada Juni 1779. Istri Jefferson meninggal dengan tragis dalam usia muda pada 1782.

    Pada Juni 1783, Jefferson dipilih menjadi wakil Virginia di Kongres Amerika Serikat. Dalam enam bulan, ia menulis sekurang-kurangnya 31 dokumen kenegaraan, beberapa di antaranya sangat penting. Pada 1785, ia meneruskan jabatan Benjamin Franklin sebagai Duta Besar di Perancis, di mana ia terbukti sebagai "diplomat yang rajin dan handal".

    Pada akhir 1789, Jefferson pulang ke rumah dan hampir menerima tawaran Presiden George Washington untuk menjadi Menteri Sekretaris Negara. Awalnya Jefferson menolak, karena dia tidak mau terlibat dalam politik nasional setelah bekerja sebagai Duta Besar Perancis yang secara relatif lebih tenang. Namun Washington mendesaknya dan Jefferson akhirnya setuju menjadi Menteri Sekretaris Negara yang pertama. Perannya sebagai Mensesneg mungkin lebih banyak dikenal karena pertentangannya dengan Alexander Hamilton, Menteri Keuangan. Jefferson meyakini bahwa izin rakyat adalah fondasi kebebasan, sementara Hamilton lebih condong pada kendali eksekutif dalam pemerintahan. Simpatisan Jefferson menyebut diri mereka "Republikan", sementara Hamilton, "Federalis". Presiden Washington, dengan kehalusannya yang luar biasa, menyelesaikan perselisihan mereka dan menolak untuk memecat kedua Menteri yang berharga dari kabinetnya.

    Saat Jefferson mundur dari Kabinet pada bulan Desember 1793, ia dengan gembira kembali ke Monticello, sekali lagi bermaksud untuk pensiun, namun masa pensiunnya berakhir saat ia dipanggil lagi pada 1796 sebagai Wakil Presiden John Adams. Empat tahun kemudian, pada 1800, Jefferson dipilih untuk pertama kalinya sebagai Presiden, dan ia pun menjabat sebagai presiden selama dua periode berturut-turut. Salah satu prestasi paling pentingnya selama menjabat sebagai presiden adalah pembelian wilayah Louisiana dari Napoleon. Perolehan daerah itu melipatgandakan teritori Amerika Serikat dan membuat negara ini memiliki tujuh belas negara bagian.

    Kekuasaan tidak memberikan kepuasan kepadanya, dan Jefferson sering kali merindukan kampung halamannya, bukit Virginia. Pada 1809, di akhir masa jabatan presidennya yang kedua, ia merasa bahwa akhirnya ia dapat beristirahat dan menikmati kehidupan pribadi, meninggalkan teman dengan tetangganya, James Madison, yang menggantikannya sebagai presiden.

    Mantan presiden yang telah berusia lanjut itu kembali dengan penuh sukacita kepada keluarganya, buku-bukunya, dan rumahnya di Monticello di mana ia menghabiskan tujuh belas tahun hidupnya. Karya publik Jefferson yang terakhir adalah pendirian Universitas Virginia, yang dapat dilihat dari rumahnya yang ada di puncak bukit. Ia merancang bangunannya, kurikulumnya, mengamati perkembangannya dengan penuh semangat, dan pada usianya yang ke-82, ia menjadi rektor pertama universitas tersebut. Perhatiannya yang besar pada dunia pendidikan tumbuh dari keyakinannya akan pemerintahan demokratis. Ia yakin bahwa rakyat yang mendapat hikmat dari pendidikan, di bawah institusi demokratis, dapat memerintah dirinya sendiri dengan lebih baik daripada sistem pemerintahan yang lain.

    Pada tahun-tahun terakhirnya, Jefferson menjadi negarawan sesepuh bagi negara. Ribuan orang ke Monticello untuk menemuinya dan berbicara dengannya. Kematian menjemput arsitek kemerdekaan ini pada 4 juli 1826, pada usia 83, HUT ke-50 Declaration of Independence. Atas permintaan pribadinya, batu nisan sederhana di pusaranya di Monticello mengungkapkan dirinya bukan sebagai orang yang pernah dua kali menjabat sebagai presiden Amerika Serikat, namun sebagai Penulis Declaration of Independence, Statute of Virginia for Religious Freedom, dan Bapak Universitas Virginia.

    more
  • Robert Raikes [Pendiri Sekolah Minggu]
    Robert Raikes lahir pada tanggal 14 September 1735 di Gloucester dari keluarga kaya. Ayahnya adalah seorang anggota masyarakat yang terhormat dan terkenal sebab ia adalah penerbit Gloucester Journal di Inggris. Ia lahir dari isteri ketiga ayahnya sebab ayahnya mengalami dua kali masa duda.
    Ia menyelesaikan pendidikan dasarnya di sekolah milik Gereja St. Mary de Crypt tempat ia dibaptiskan. Setelah lulus pendidikan dasar, pada usia empat betas tabun ia melanjutkan studi di sekolah Katedral Gloucester. Suasana sekolah ini begitu ketat. Anak-anak dididik dengan kurikulum yang klasik. Pada pukul enam pagi, mereka mengawalinya dengan ibadah. Ibadah dimulai dengan pembacaan mazmur, doa, renungan, dan nyanyian rohani. Di sekolah ini, para murid dituntut menguasai beberapa bahasa, antara lain bahasa Yunani, Latin, dan Prancis.
    Setelah menyelesaikan pendidikan di Katedral Gloucester, Raikes tidak melanjutkan pendidikannya. Ia lebih tertarik pada pekerjaan yang digeluti ayahnya di bidang percetakan. Setelah bergabung dengan ayahnya, ia bekerja dengan rajin dan tekun. Ia juga rajin mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan penerbitan surat kabar. Karena kemampuannya di bidang penerbitan dan percetakan, pada usia 21 tahun, ia telah mengambil alih seluruh urusan yang berkaitan dengan penerbitan Gloucester Journal.

    Pada tanggal 23 Desember 1767, ketika Robert Raikes berusia hampir 32 tabun, ia menikah dengan Anne Trigge dari keluarga yang sangat terhomat.

    Berdirinya Sekolah Minggu
    Pada saat itu, di Inggris sedang terjadi krisis ekonomi yang sangat parah sebagai akibat Revolusi Indusri. Revolusi Industri terjadi dengan ditemukannya beberapa mesin untuk menggantikan tenaga manusia. Revolusi ini ternyata membawa malapetaka bagi sebagian besar umat manusia. Tersedianya kekayaan bahan mentah yang ada di Inggris seperti wol, besi, kayu, dan bahan celup telah mendorong para pengusaha mengolah bahan-bahan tersebut dalam jumlah besar agar keuntungan dapat berlipat ganda. Oleh karena itu, mereka menciptakan mesin yang lebih produktif dan efisien.

    Akibat penemuan mesin pemintal dan mesin uap, banyak pemintal tradisional kehilangan lapangan kerja. Begitu juga dengan dibutuhkannya wol dalam jumlah banyak mengakibatkan pemilik domba memperluas lahan padang rumputnya sehingga jumlah petani semakin berkurang. Akibatnya, banyak penduduk meninggalkan usaha pertaniannya dan pergi ke kota untuk bekerja di pabrik-pabrik, sekalipun dengan upah yang rendah. Akhirnya, terjadilah ketidakseimbangan antara tenaga kerja yang berlimpah ruah dan kurangnya lowongan kerja yang tersedia. Prinsip permintaan dan penawaran pun berlaku sehingga upah buruh semakin rendah, sedangkan keuntungan pemilik industri semakin bertambah.

    Para pekerja hidup miskin dan keadaannya lebih buruk daripada seorang budak. Sehingga terjadilah kekacauan sosial. Para pengangguran semakin banyak. Orang-orang yang mabuk karena frustrasi meningkat bahkan para pencuri pun bergentayangan di mana-mana sebagai protes atas kekacauan sosial yang kelihatan tidak ada lagi ujungnya.

    Kemiskinan akibat Revolusi Industri itu ternyata berdampak juga terhadap dunia pendidikan. Banyak anak terpaksa putus sekolah dan harus bekerja untuk memperoleh penghidupan yang layak. Anak-anak harus bekerja dari hari Senin sampai Sabtu. Hari Minggu menjadi satu-satunya hari libur mereka sehingga mereka menghabiskannya untuk bersenang-senang. Tapi karena mereka tidak pernah mendapat pendidikan (karena tidak bersekolah), anak-anak itu menjadi sangat liar, mereka minum-minum dan melakukan berbagai macam kenakalan dan kejahatan.

    Realitas sosial di sekelilingnya membuat Raikes tidak hidup tenang. Keberhasilannya di bidang penerbitan tidak membuat ia melupakan nasib para anak buruh miskin. Pemandangan sosial yang tragis membawa dirinya pada satu renungan hidup yang berat. Ketika ia sedang merenungkan kenyataan yang ia saksikan, ada satu kata sederhana yang masuk dalam kesadarannya, "Usahakanlah!" Kata itu begitu menggelisahkan dirinya, tetapi akhirnya ia sadar bahwa kata itu merupakan suatu panggilan Tuhan untuk berbuat sesuatu dalam pelayanan.

    Sementara orang-orang masih kebingungan mencari alternatif bagi pemecahan masalah anak-anak nakal, Raikes memiliki ide yang cemerlang di benaknya. Digerakkan oleh rasa cinta kepada anak-anak, membuat suatu gerakan yang akhirnya mendorong lahirnya pelayanan sekolah minggu!

    Dengan beberapa teman, Raikes mencoba melakukan pendekatan kepada anak-anak tersebut dengan mengundang mereka berkumpul di sebuah dapur milik Ibu Meredith di kota Scooty Alley. Di sana selain mendapat makanan, anak-anak itu juga diajarkan sopan santun, membaca, dan menulis. Tapi hal paling indah yang diterima anak-anak di situ adalah mereka mendapat kesempatan mendengar cerita-cerita Alkitab. Pada mulanya, pelayanan ini sangat tidak mudah. Anak-anak itu datang dengan keadaan yang sangat bau dan kotor. Namun dengan cara pendidikan yang disiplin, kadang dengan pukulan rotan yang dilakukan dengan penuh cinta kasih, anak-anak itu akhirnya belajar untuk mau dididik dengan baik sehingga semakin lama semakin banyak anak yang datang ke dapur Ibu Meredith. Semakin banyak juga guru yang disewa untuk mengajar mereka, bukan hanya untuk belajar membaca dan menulis, tapi juga untuk belajar firman Tuhan. Perjuangan yang sangat sulit, tapi melegakan. Dan dalam waktu empat tahun, sekolah mnggu itu semakin berkembang bahkan ke kota-kota lain di Inggris. Jumlah anak-anak yang datang ke sekolah hari Minggu itu pun terhitung mencapai 250.000 anak di seluruh lnggris.

    Mula-mala, gereja tidak mengani kehadiran gerakan sekolah minggu yang dimulai oleh Robert Raikes ini. Tetapi karena kegigihannya menulis ke berbagai publikasi dan membagikan visi pelayanan anak ke masyarakat Kristen di Inggris, juga atas bantuan John Wesley (pendiri Gereja Methodis), akhirnya kehadiran sekolah minggu diterima oleh gereja, mula-mula oleh Gereja Methodis, akhirnya gereja-gereja Protestan lain. Ketika Robert Raikes meninggal dunia tahun 1811, jumlah anak yang hadir di sekolah minggu di seluruh Inggris mencapai lebih dari 400.000 anak. Dari pelayanan anak ini, Inggris tidak hanya diselamatkan dari revolusi sosial, tapi juga diselamatkan dari generasi yang tidak mengenal Tuhan.

    Gerakan sekolah minggu yang dimulai di Inggris ini akhirnya menjalar ke berbagai tempat di dunia, termasuk negara-negara Eropa lainnya dan ke Amerika. Dan dari para misionaris yang pergi melayani ke negara-negara Asia, akhirnya pelayanan anak melalui sekolah minggu juga hadir di Indonesia.

    more
  • Rembrandt Harmenszoon van Rijn

    Karya seni yang sempurna, "Kembalinya Anak Hilang", diciptakan oleh seorang yang paham tentang apa artinya menjadi seorang pemboros. Melalui karya seninya, ia menunjukkan betapa dalamnya dunia ini membutuhkan keselamatan. Rembrandt Harmenszoon van Rijn menjadi pelukis Protestan terbesar, seorang yang dalam dirinya, iman dan seni terpadu dengan selaras.

    Ia dilahirkan dalam keluarga gereja Reformasi yang amat saleh. Meskipun orang tuanya menginginkan ia menjadi orang terpelajar, jelaslah bahwa ia dianugerahi bakat seni lukis. Mengikuti kebiasaan pada waktu itu, Rembrandt magang pada pelukis yang mapan dan belajar melukis cerita-cerita Alkitab, peristiwa-peristiwa dalam sejarah, serta mitologi Romawi dan Yunani. Namun, seni lukis yang ia kembangkan adalah gayanya sendiri yang agak berbeda. Para pelukis Protestan lain membatasi lukisan religiusnya pada gambar-gambar yang ada di Alkitab, dan para pelukis Katolik menggambarkan para santo; tetapi Rembrandt membuat setiap lukisannya sebagai suatu pernyataan iman. Ketika orang-orang Protestan menyatakan bahwa Alkitab sajalah norma agama bagi manusia, Rembrandt memperlihatkan bahwa Kitab Suci dapat juga menjadi norma bagi seni lukis agamawi.

    Pada zaman Rembrandt, orang-orang dalam lukisan-lukisan Alkitab tampak seperti pahlawan luar biasa, hanya sedikit berbeda dari para dewa dan manusia setengah dewa seperti yang digambarkan dalam lukisan-lukisan mitologis. Tidak demikian halnya pada gambaran-gambaran Rembrandt. Ia menujukkan kemanusiaan sebagaimana adanya: cacat, berdosa, dan membutuhkan keselamatan. Lelaki dan perempuan "sesungguhnya" mengisi karyanya, termasuk istri dan anaknya dan juga orang-orang jalanan. Dengan berpakaian seperti seorang pengemis lesu yang mengenakan sorban, Rembrandt menjadikan dirinya potret raja Israel yang menakjubkan. Seorang Yahudi tua digambarkan sebagai Rasul Paulus.

    Rembrandt juga menjadikan dirinya sebagai model. Dalam "The Raising of the Cross", yang menggambarkan dosa manusia, ia membantu menyalib Kristus. Meskipun ia menciptakan gambar tersebut, pelukis tersebut tak luput dari kebutuhan keselamatan pribadi.

    Kepiawaian menggunakan "chiaroscuro" [suatu teknik yang mengontraskan latar belakang gelap dengan cahaya yang menyoroti figur dalam gambar] adalah ciri khas karya Rembrandt yang terbaik. Pekatnya warna gelap sering kali dengan jelas memperlihatkan cahaya spiritual yang timbul dari dalam modelnya.

    Namun, tujuan utama Rembrandt bukanlah untuk menginjili. Ia mencari nafkah dengan melukis dan karyanya terdiri dari baik yang "spiritual" maupun "duniawi". Ada karyanya yang meskipun tidak dimaksudkan menggambarkan suasana keagamaan, namun mengandung perspektif sang pelukis tentang dunia dan kemanusiaan. Ia melihat keindahan pada alam ciptaan Allah dan ia melihat dengan baik keindahan dan dosa pada wajah-wajah manusia di hadapannya.

    Meskipun seni lukisnya menunjukkan ketulusan Kristen, kehidupan pribadi Rembrandt tidaklah tanpa cacat. Ia menikahi Saskia, seorang wanita muda dan kaya, yang meninggal pada tahun 1642. Surat wasiatnya mengatakan bahwa: jika Rembrandt menikah lagi, seluruh kekayaannya akan diwarisi anak mereka, Titus. Terhimpit kesukaran keuangan, sang pelukis tentu merasa bahwa ia tidak dapat mengorbankan uang warisan. Karenanya, ia menjadikan wanita pengurus rumah tangganya, Hendrickje, sebagai istrinya di luar nikah.

    Rembrandt menurunkan pada gerenasi-generasi berikutnya gambaran unik Protestan tentang dunia ciptaan Allah. Calvin pernah menyerukan, "Hanya benda-benda yang sanggup dilihat mata yang harus dilukis." Mata Rembrandt menciptakan gambar yang memberikan kebenaran. "Kembalinya Anak Hilang" menunjukkan kemanusiaan Rembrandt, cinta dan uraian mendalam dan persepsi yang tajam akan hati manusia. Ayah pemaaf, anak yang menyesal, dan anak sulung dalam pakaian abad ketujuh belas, semuanya sangat cocok dengan perumpamaan Yesus. Hal ini mengingatkan akan keabadian dan ketepatan waktu Kitab Suci.

    more
  • Keturunan Yugoslavia
    Seorang guru baru tengah mengabsen murid-muridnya.
    Sang guru tertarik dengan sebuah nama, dan memanggil murid dengan nama tersebut.

    Guru : “Smary Saklitinov, coba kemari”
    Murid : “Iya Bu”
    Guru : “Sini kamu Nak, kamu keturunan yugoslavia ya?”
    Murid : “Bukan Bu.”
    Guru : “Lalu kenapa nama kamu Smary Saklitinov?”
    Murid : “O, Smary itu singkatan dari nama Bapak saya S(urtono) dan Ibu saya Mary(anti).”
    Guru : “Mmmm.. kalau Saklitinov?”
    Murid : “Sabtu kliwon tiga november”

    more
  • Mengapa Mahasiswa Gagal Ujian? [Just Joke]
    Kalau dilihat dari logika ini, sebenarnya bukan salah sang siswa bila ia tidak lulus ujian, belajar pun tidak sempat..... Tahukah Anda, setahun itu hanya terdapat 365 hari? Yang kita tahu sebagai tahun akademik siswa. Kita hitung!
    • Hari Minggu; 52 hari dalam setahun, Anda pasti tahu kalau hari minggu adalah untuk istirahat. Hari tersisa tinggal 313 hari.
    • Hari Libur [Nasional maupun Internasional]; Tak kurang dari 13 hari Libur setahun. Hari tersisa tinggal 300 hari.
    • Liburan sekolah; Jelas semua siswa akan berlibur dan tidak akan belajar Biasanya sekitar 2 bulan lebih, anggaplah sekitar 60 hari. Hari tersisa tinggal 240 hari.
    • Tidur 8 Jam sehari untuk kesehatan; berarti 120 hari terpakai. Hari tersisa tinggal 120 hari.
    • Tentu kita beribadah bukan? Paling tidak 1-2 jam kita beribadah, kita alokasikan 25 hari dalam setahun. Hari tersisa tinggal 95 hari.
    • Bermain yang juga baik untuk kesegaran dan kesehatan, paling tidak memerlukan 1 jam sehari. Terpakai lagi 15 hari. Hari tersisa tinggal 80 hari.

    • Makan! Paling tidak selama satu hari kita habiskan 2 jam untuk makan/minum [makan pagi, siang, sore], hilang lagi 30 hari. Hari tersisa tinggal 50 hari.
    • Jangan lupakan, Manusia adalah makhluk sosial, butuh berinteraksi dengan orang lain, kita ambil 1 jam perhari untuk berbicara. 15 jam terpakai lagi, Hari tersisa tinggal 35 hari.
    • Kita pun bisa sakit; paling tidak 5 hari dalam setahun, sudah cukup mewakili. Hari tersisa tinggal 30 hari.
    • Ujian itu sendiri biasanya dilaksanakan selama 2 minggu per semester berarti, 24 hari sudah teralokasi untuk ujian. Hari tersisa tinggal 6 hari.
    • Nonton dan jalan-jalan paling tidak 5 hari dalam setahun. Hari tersisa tinggal 1 hari.
    • Satu hari yang sisa itukan HARI ULANG TAHUN ! "Masa" belajar sih?"

    more
  • God Is Our Victory [Album + Lyric]



    Nama-Mu Tuhan


    Kami berkumpul dan bersatu
    Kami sorakkan kes’lamatan
    Dan naikkan panji Tuhan
    Dia berikan kemenangan
    Bagi orang yang diurapi-Nya
    Dia menjawab dari Surga-Nya
    Dialah Tuhan
    Dunia bermegah atas harta
    Dan menyanjungkan takhta m’reka
    Namun kita bermegahkan Tuhan
    Tiada satu pun di dunia
    Yang ‘kan kekal ‘tuk selamanya
    Hanya Tuhan sumber pengharapan

    Musuh kita rebah menyerah
    Namun kita bangkit dan tegak
    S’bab Dia berikan kemenangan
    Serentak ‘kan kami bersorak
    Nama-Mu Tuhan, nama-Mu Tuhan
    Yang b’rikan kemenangan

    Music by Sidney Mohede, Daniel Sigarlaki, Steve Tabalujan,
    Arvid Gunardi, Ucok Radjagukguk, Andre Hermanto.
    Lyrics by Sidney Mohede.

    _________________________________________________________


    Hanya Di Dalam Nama-Nya

    Firman terangi jalanku
    P’risai iman di s’tiap waktu
    Lindungiku dari s’gala
    ‘Tak pernah kuragu
    Kar’na Dia bersamaku
    Setia menjaga
    Dengan kuasa mulia

    Hanya di dalam nama-Nya
    Yesus Dia sumber pengharapan
    Di s’panjang hidupku
    Hanya di dalam kuasa-Nya
    Pasti tersedia kemenangan
    Bagiku s’lama-lamanya

    Kebenaran yang bebaskan
    S’lalu b’rikanku kekuatan
    Hadapi s’gala tantangan

    Dalam nama-Nya
    Ada pengharapan
    Dalam kuasa-Nya kem’nangan

    Music by Steve Tabalujan
    Lyrics by Andre Hermanto
    Arranged by Steve Tabalujan

    _________________________________________________________


    All Power All Glory

    I have seen Your glory
    I have heard Your fame Lord
    Now I stand in awe of
    All You’ve done

    Your splendor’s like the sunrise
    Power’s in Your hands
    Now I will sing and shout of
    All You’ve done

    All power, all glory
    Praises be unto You forever
    My soul sings as I bring
    My life to worship You my Majesty

    You alone, in You alone
    I will live, I will move
    And have my being

    Music by Sidney Mohede, Daniel Sigarlaki, Steve Tabalujan
    Ucok Radjagukguk, Arvid Gunardi, Andre Hermanto
    Lyrics by Sidney Mohede

    _________________________________________________________


    Tuhan Yang Hidup

    Surga terbuka memb’ri kuasa
    Membuatku dapat berkata
    Tuhan yang kusembah
    ‘Tak pernah meninggalkan
    Dia s’lalu ada besertaku

    S’gala perkara dapat kutanggung
    Di dalam Dia kekuatanku
    Tuhan yang kusembah
    ‘Tak pernah meninggalkan
    Dia bangkit untuk membelaku

    Kau Tuhan yang
    Memb’rikanku hidup
    Kau Tuhan yang
    Teguhkan langkahku
    Kau Tuhan yang
    Memegang tanganku
    Kupastikan hidupku hanyalah
    Untuk menyembah-Mu
    Kunyatakan Engkaulah
    Tuhan yang hidup
    Kunyatakan Engkaulah
    Tuhan yang hidup

    Music by Daniel Sigarlaki, Sidney Mohede, Ucok Radjagukguk,
    Steve Tabalujan, Arvid Gunardi, Andre Hermanto
    Lyrics by Sari Simorangkir. Arranged by Daniel Sigarlaki

    _________________________________________________________


    Raja Pemenang

    Dia telah menyatakan
    Hebatnya kasih-Nya
    Yang s’lamatkan kita
    Bahkan Dia beri kuasa
    Bagi setiap kita yang
    mengandalkan-Nya

    Hanya Yesus Tuhan
    Dahsyat berkuasa
    Sang Raja pemenang
    Yang memerintah
    ‘Tak ada yang dapat
    Menggagalkan-Nya
    Dia bangkit dan hidup
    Untuk selamanya

    Dia telah menyatakan
    Hebatnya kuasa-Nya
    Yang menjaga kita
    Bahkan Dia beri kuasa
    Untuk menghancurkan
    S’mua pendakwa kita

    Music and Lyrics: Sari Simorangkir

    _________________________________________________________


    Jurus’lamatku

    Walau kuharus berjalan
    Dalam lembah kekelaman
    Perlindungan-Mu Oh Tuhan
    Nyatalah bagi hidupku

    Tiada pernah sedetik pun
    Tiada pernah Kau tinggalkan
    Sungguh mulia dan sempurna
    Hanya Kau layak disembah

    Yesus Engkau Juru s’lamatku
    Dalam janji-Mu kemenanganku
    Selamanya ‘kan kunyatakan
    Besar setia-Mu Tuhan
    Di hidupku

    Music and lyrics by Andre Hermanto
    Arranged by Ucok Radjagukguk

    _________________________________________________________


    Jadi Seperti-Mu

    Bapa Kau setia
    Takkan meninggalkan
    Dan kupercaya
    Engkau milikku dan kumilik-Mu

    Kerinduanku
    Tinggikan nama-Mu
    Kar’na kutahu
    Engkau dalamku dan kudalam-Mu

    Ubah hatiku
    Seputih hati-Mu
    Setulus salib-Mu
    Kasih-Mu Tuhan
    Biar mataku
    Seperti mata-Mu
    Pancarkan kasih-Mu
    Ku mau jadi seperti-Mu

    Music and Lyrics: Andre Hermanto

    _________________________________________________________

    As Long As I Live

    Let me enter in Your place
    With all the weak and strong
    And young and old
    The rich and poor and tired souls
    Leave my worries on the floor
    And let my faith be strong
    As I'm covered by your grace abound
    And love so strong

    Now I lay down my life
    To honor and worship in this place
    And I'm down on my knees
    To bring this offering and praise

    Holy Holy God Almighty
    The earth be filled with
    Peace and glory
    (Mercy grace and love surround me)
    Jesus Savior my Defender
    Your Name be honored
    As long as I live

    Music and Lyrics: Sidney Mohede

    _________________________________________________________


    Be Lifted High [hosanna]

    Hosanna in the highest
    Let our King be lifted up
    Hosanna

    Music and lyrics by Sidney Mohede
    Arranged by Steve Tabalujan, Ucok Radjagukguk, Daniel Sigarlaki

    _________________________________________________________


    God Is Our Victory

    You're the One who stands before us
    You're the One who brought us out
    From the darkness
    You're the mighty God who saves us
    When the storms and fires are
    Raging all around us

    If God is for us
    Who'll stand against us?
    Who can separate us
    From the love of Christ?

    If God is for us who can divide us?
    You have overcome the world
    By Your great love

    Let God arise, let God arise
    Let us behold Him and bow down
    He leads us all through battles won
    God is our victory and we shall rise

    God is our victory

    Music and lyrics by Sidney Mohede
    Arranged by Daniel Sigarlaki

    _________________________________________________________


    Ku Dib'ri Kuasa

    ‘Ku dib‘ri kuasa dari Raja Mulia
    Menaklukkan musuh
    Di bawah kakiku
    Kupakai kuasa dari Raja Mulia
    Bila Allah ada bersamaku
    Siapa jadi lawanku
    Sungguh besar Kau Tuhanku
    Engkau perisai hidupku
    Kuberdiri dengan iman
    Iman dalam Yesus Tuhan
    Kau yang memb’ri kemenangan
    Kubersorak merayakan
    Terpujilah Engkau Raja s’gala Raja

    Music and lyrics by Sari Simorangkir
    Arranged by Ucok Radjagukguk

    _________________________________________________________

    more

Categories

Recent Posts

Labels

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

ShoutMix chat widget